Selasa, 17 Mei 2011

TENSES ( PRESENT TENSE )


TENSES
A. PRESENT TENSE :
1.SIMPLE PRESENT TENSE
Dalam bahasa Inggris Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang tejadi berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, PRESENT artinya adalah kini, sekarang.
Rumusnya:
Positif:S+V1(s/es)
Negatif:S+DO/DOES+NOT+V1
Tanya: DO/DOES + S + V1
Contoh Kalimat :
Positif              : I drink coffee
Negatif                        : I do not drink coffee.
Tanya              : Do you drink coffee? 
   

2. PRESENT CONTINUOUS TENSE

Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan, mengatakan (atau apalah namanya itu istilahnya) suatu yang sedang terjadi saat ini, sedang berlangsung saat ini. Misalnya: Saya sedang menulis sekarang,
Rumusnya:
Positif: S + Tobe + Ving
Negatif: S + Tobe+ Not+ Ving
Tanya:   Tobe + S + Ving
Berikut ini contoh kalimat Present Continuous Tense sesuai dengan rumus diatas:
Positif              :I am writing now (Saya sedang menulis sekarang)
Negatif                        :I am NOT writing now (Saya sedang tidak menulis sekarang)
Tanya              : Are you writing now? (Apakah kamu sedang menulis sekarang?)

            3.  PRESENT PERFECT TENSE
Rumusnya Present Perfect Tense begini:
Positif: S + have/has + V3
Negatif: S + have/sas Not + V3
Tanya:   Have/has + S + V3
Contoh
Positif: She has gone (Dia baru saja pergi)
Negatif: She has not gone
Tanya: Has She gone?

            4. PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSE

Rumus Present Perfect Continuous Tense
Positif: S + have/has + been + Ving
Negatif: S + have/has + not + been + Ving
Tanya: Have/has + S + been + Ving
Positif              : She has been learning english for 3 years
Negatif                        : She has not been learning english for 3 years
Tanya              : Has She been learning english for 3 years?

Sabtu, 14 Mei 2011

Comparison degree


Comparison Degree
Comparison Degree atau Tingkat Perbandingan merupakan cara mengungkapkan kalimat untuk membandingkan sesuatu dengan yang lain. Perhatikan tabel berikut:
Setara
Komparatif
Superlatif
as as
er than
more
the est
the most
Dalam kalimat, simbol smiley () diganti dengan adjektif atau adverb. Perhatikan contoh kalimat berikut:
Susan is as tall as Fitri.
= Susan setinggi Fitri.
Jakarta is hotter than Bandung.
= Jakarta lebih panas daripada Bandung.
The house is the biggest in our neighborhood.
= Rumah itu paling besar di lingkungan kami.
Untuk kata sifat yang bersuku-kata lebih dari satu, tingkat komparatifnya tidak ditambahi dengan -er than, melainkan diawali more diikuti dengan kata sifat tersebut.
Sementara tingkat superlatif untuk kata sifat bersuku-kata lebih dari satu, diawali dengan the most, diikuti dengan kata sifat itu.
Perhatikan kalimat berikut:
Lucy is the most beautiful girl in our school.
= Lucy gadis yang paling cantik di sekolahan kami.
Tiger is the most dangerous animal in the world.
= Harimau adalah binatang yang paling berbahaya di dunia.
Berikut ini adalah beberapa kata sifat yang bentuk perbandingannya menjadi perkecualian:
Setara
Komparatif
Superlatif
good
bad
far
many / much
a few / a little
better
worse
further / farther
more
less
best
worst
furthest / farthest
most
least

Conditional sentence


CONDITIONAL SENTENCE
Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.
Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.
Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.
Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.
Catatan: Jika  klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan �koma�. Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma
Zero Conditional
Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense
Rumus
(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If you heat water to 100C,
it boils.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
Water boils
if you heat it to 100C,
Contoh:
  • If you drop an apple, it falls. = An apple falls, if you drop it.
  • If you don't do your homework, I will be disappointed. = I will be disappointed, if you don't do your homework.
Catatan: Pada tipe ini, �if� sering digantikan dengan "when"
Conditional I
Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa �if� biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If I see you tomorrow,
I will buy you a drink.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I will buy you a drink
if I see you tomorrow.
Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak.
Rumus
(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
Unless you hand in your homework,
I won't mark it.
Artinya
If you don't hand in your homework,
I won't mark it.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I won't mark your homework
unless you hand it in.
Artinya
I won't mark your homework
if you don't hand it in.
Catatan: Kita tidak pernah menggunakan will, atau won't dalam Klausa IF.
Contoh:
  • If I have time today, I will phone my friend. = I will phone my friend, if I have time today.
  • If I go to England, I will buy some Cheddar cheese. = I will buy some Cheddar cheese, if I go to England.
Conditional Tipe II
Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If I won the lottery,
I would buy a new house.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I would buy a new house
if I won the lottery.
Catatan: Jangan gunakan would atau wouldn't dalam Klausa IF.
Contoh:
         If I were you, I wouldn't do that. = I wouldn't do that, if I were you.
         If I had more time, I would do more on my websites. = I would do more on my websites, if I had more time.
Conditional Tipe III
Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.
Rumus
(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If I had worked harder,
I would have passed my exam.
If I had worked harder,
I could have passed my exam.
If I had worked harder,
I should have passed my exam.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I would have passed my exam
if I had worked harder.
I could have passed my exam
if I had worked harder.
I should have passed my exam
if I had worked harder.
Catatan: Jangan gunakan would have atau wouldn't have, dll dalam Klausa IF.
Contoh:
  • If I hadn't helped you, you would have failed. = You would have failed, if I hadn't helped you.
  • If it had been sunny, we could have gone out. = We could have gone out, if it had been.